DISUSUN OLEH LYDIA JELITA DAN SAUSAN TAMIMAH
DAFTAR
ISI
Sumber Daya Alam
dan Lingkungan
Klasifikasi Sumber
Daya Alam
Sumber Daya Alam
yang Dapat Diperbaharui
Sumber Daya Alam
yang Tidak Dap
Sumber Daya Alam
yang Dapat Didaur Ulang
Sumber Daya
Energi
Konsep Pengelolaan
dan Pelestarian Sumber Daya Alam
Masalah
Kependudukan dan Lingkungan Hidup
Pelestarian Sumber
Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Menjaga
Keseimbangan Lingkungan
Pembangunan
Berwawasan Lingkungan
Pembangunan
Berkelanjutan
Etika Lingungan
Sesi Tanya Jawab
Sumber
SUMBER
DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN
Sumber
daya alam adalah seluruh potensi yang dimiliki alam yang dapat
dikembangkan dengan proses produksi, sehingga dapat dimanfaatkan
untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia.
Sumber daya alam di
bumi ini adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya, dapat
merupakan sumber daya alam hayati (biotik) dan sumber daya alam non
hayati (abiotik). Sumber daya alam di bumi terdapat di mana saja,
seperti di dalam tanah, permukaan tanah, air dan udara. Sebaran
sumber daya alam di bumi tidak merata, ada bagian bumi yang sangat
kaya akan mineral, ada yang tidak. Begitu pula ada bagian bumi yang
baik untuk pertanian, ada pula yang tidak. Agar pemanfaatan sumber
daya alam berkesinambungan, maka aktivitas eksploitasi haruslah
disertai dengan aktivitas perlindungan dan pelestarian.
Indonesia adalah
negara kaya oleh sumber daya alam yang bervariasi. Indonesia juga
kaya akan flora dan fauna, diantaranya merupakan hewan asli dan hanya
da di Indonesia. Dari laut Indonesia diperoleh ikan, mutiara, biota
laut lainnya yang berpotensi untuk obat dan suplemen. Dengan
demikian, sumber daya alam kekayaan Indonesia yang ada, tidak boleh
digarap secara sembarangan, harus memperhatikan ekosistemnya agar
tidak rusak atau berubah.
Klasifikasi
sumber daya alam
Sumber
daya alam yang tidak akan habis
Dikelompokkan
menjadi :
Sumber daya alam
yang dapat diubah, misalnya tenaga angin, pasang surut, tenaga
atom, curah hujan
Sumber daya alam
yang dapat salah guna, misalnya matahari, atmosfir, perairan dan
daur air.
Sumber
daya alam yang dapat habis
Dikelompokkan
menjadi :
Sumber daya alam
yang dapat dipertahankan, yaitu :
Sumber daya alam
yang dapat diperbaharui, yaitu sumber daya alam hayati, flora dan
fauna.
Sumber daya alam
yang tidak dapat diperbaharui, misalnya satwa liar, ekosistem
alami.
Sumber daya alam
yang tidak dapat dipertahankan, yaitu :
Sumber daya alam
yang dapat digunakan lagi melalui daur ulang, misalnya metal,
permata.
Sumber daya
alam yang tidak dapat dipergunakan lagi, misalnya minyak bumi,
gas bumi, timah, batu bara
Berdasarkan
sifatnya, sumber daya alam dapat dikelompokkan dalam kelompok sumber
daya alam yang dapat diperbaharui dan kelompok sumber daya alam yang
tidak dapat diperbaharui.
Sumber
daya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources)
Disebut juga sumber
daya alam non konvensional, yaitu sumber daya alam hayati (flora dan
fauna), misalnya hutan, pertanian, perkebunan, peternakan.
Hutan
Hutan
adalah sumber daya alam hayati, dimana di dalamnya hidup berbagai
jenis flora dan fauna. Luas hutan di Indonesia sekitar 75% dari
luasnya daratan Indonesia, 25% daratan lainnya adalah yang dihuni
atau tempat manusia, disebut juga lingkungan hidup hunian manusia
atau technosystem.
Ikan, udang, kerang, dan lainnya sebagai biota laut, juga merupakan
sumber daya alam yang tidak dapat habis bila dikelola secara
terkendali dan seimbang.
Sumber daya alam
akan bermakna jika manusia memiliki kemampuan untuk
memanfaatkannya. Sumber daya alam yang dpat diperbaharui,
diusahakan kembali keberadaannya, dikelola dengan cermat dan
terkendali, sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik secara terus
menerus.
Hutan di Indonesia
ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan. Berdasarkan jenis
tumbuhannya, maka hutan dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
hutan homogen,
yang terdiri dari tumbuhan sejenis, misalnya hutan jati, hutan
pinus.
Hutan heterogen,
yang terdiri dari berbagai jenis tumbuhan.
Hutan di
Indonesia dapat dikelompokkan menjadi :
Hutan produksi
tetap (17,6%)
Hutan produksi
terbatas (16,1%)
Hutan konservasi
(15,5%)
Hutan lindung
(15,1%)
Hutan
wisata-suaka (9,7%)
Penggunaan lahan
lain (25,4%)
Upaya menjaga dan
mengembangkan keanekaragaman sumber daya alam hayati, Indonesia
menetapkan kawasan konservasi yang terdiri dari cagar alam,
suaka-marga satwa, taman wisata, taman laut dan taman nasional,
yang berkaitan dengan fungsi hutan sebagai sumber plasma nutfah.
Plasma nutfah adalah sumber utama peningkatan rekayasa dan
pemuliaan budidaya dalam bidang perkebunan, pertanian, peternakan,
perikanan, kesehatan dan lainnya.
Kawasan konservasi
di Indonesia, ialah Taman Nasional Gunung Leuser, Bukit Barisan
Kelinci Seblat, Ujung Kulon, Gunung Gede-Pangrango, Bali Barat,
Baluran, Pulau Komodo, Bogani Nani Wartabone, Lore Lindu, Manusela,
Membrano.
Sarana Wisata Alam
yang dikembangkan di Jawa Barat, ialah Taman Hutan Alam Raya Ir.
Juanda, Dr. M. Hatta di Sumatera Barat dan Bukit Barisan di
Sumatera Utara.
Keanekaragaman
hayati tidak dapat dengan mutlak diperhitungkan secara analisis
untung-rugi (Cost-benefit-analysis; Ribes, 1978; Rendal, 1991),
sebagaimana Ehrlich (1992) bahwa makna keanekaragaman hayati adalah
:
kewajiban manusia
sebagai penjaga di bumi, dan persoalan etika bagi manusia.
merupakan masalah
estetika, yaitu menikmati keindahan, keagungan dan amenitas,
misalnya ekoturisme, pertamanan, pekarangan, perfilman dan
pemotretan.
Manfaat yang
diperoleh manusia secara langsung, misalnya sumber pangan, papan,
sandang, pengobatan, dan seterusnya.
Merupakan
sumber dukungan gratis, efektif dan efisien untuk menciptakan
proses keseimbangan sendiri, kelentingan, penyediaan O2
,
penyerapan CO2
dan
gas-gas lainnya, daur hidrologi dan angin.
Tanah, air,
hutan dengan vegetasinya, saling berkaitan erat. Masing-masing akan
saling mempengaruhi. Pola tatanan air dan tanah berpengaruh kepada
hutan, dan yang terjadi pada hutan akan berpengaruh kepada tanah
dan air. Sebagian besar sungai di Jawa mengalami peningkatan
kandungan lumpur dalam air sungai, yang disebabkan oleh kerusakan
hutan dan pola tata guna tanah yang semakin buruk di bagian hulu
daerah aliran sungai.
Hutan
juga mempunyai fungsi klimatologi. Fungsi penting ini khususnya
pada proses fotosintesis. Bumi diselubungi oleh gas rumah kaca
yaitu gas CO2
yang
menahan sinar infra merah dari sinar matahari yang memantul kembali
dari permukaan bumi, sehingga suhu buni mengalami penyesuaian.
Tidak adanya gas rumah kaca maka suhu bumi berkisar -18ยบ C,
sehingga kehidupan di buni akan rusak, bahkan akan mengalami
kepunahan. Terjadinya peningkatan aktivitas manusia, menaikkan
kadar gas rumah kaca, tidak hanya CO2
tetapi
juga metan, CFC dan gas lainnya.
Pertanian
Pertanian
merupakan mata pencaharian sebagian besar rakyat Indonesia. Hasil
pertanian antara lain: padi, jagung, sayur-sayuran, bawang, jeruk,
apel, mangga dan lain-lain.
Perkebunan
Di Indonesia
terdapat perkebunan kopi, teh, kelapa sawit, karet, coklat, tebu,
kina dan lain-lain. Hasil perkebunan ini ada yang dimanfaatkan
untuk kebutuhan dalam negeri dan diekspor ke luar negeri.
Peternakan
Hewan atau fauna,
dapat berupa hewan liar dan hewan yang dibudidayakan. Hewan yang
termasuk sumber daya alam satwa liar adalah hewan yang hidup liar
di hutan, padang ilalang, tanah perkebunan, laut, danau dan
sebagainya. Hewan-hewan ini mencari makan sendiri, dan tidak
dipelihara manusia.
Sumber Daya Alam
yang Tidak Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam
yang dapat habis dan tidak dapat diperbaharui (non renewable
resources) disebut juga sumber daya alam konvensional.
Minyak Bumi
Disebut
juga sebagai emas
hitam, adalah cairan kental,
berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang
berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak
bumi. Minyak bumi terdiri dari
campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon,
sebagian besar seri alkana,
tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
Minyak bumi diambil dari sumur minyak
di pertambangan-pertambangan
minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini didapatkan setelah melalui
proses studi geologi, analisis sedimen, karakter dan struktur
sumber, dan berbagai macam studi lainnya.
Setelah itu, minyak bumi akan
diproses di tempat pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya
berdasarkan titik
didihnya sehingga menghasilkan
berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin
dan minyak
tanah sampai aspal
dan berbagai reagen kimia yang
dibutuhkan untuk membuat plastik
dan obat-obatan.
Minyak bumi digunakan untuk
memproduksi berbagai macam barang dan material yang dibutuhkan
manusia.
Gas Alam
Disebut
sebagai gas Bumi atau gas rawa, adalah bahan
bakar fosil berbentuk gas yang
terutama terdiri dari metana.
Ia dapat ditemukan di ladang
minyak, ladang
gas Bumi dan juga tambang batu
bara. Ketika gas yang kaya
dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri
anaerobik dari bahan-bahan
organik selain dari fosil, maka ia disebut biogas.
Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa,
tempat pembuangan akhir sampah,
serta penampungan kotoran manusia
dan hewan.
Batu
Bara
Adalah
salah satu bahan
bakar fosil.
Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar,
terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan
dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya
terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen.
Mineral
adalah
padatan senyawa kimia homogen, non-organik, yang memiliki bentuk
teratur (sistem kristal) dan terbentuk secara alami. Istilah
mineral
termasuk
tidak hanya bahan komposisi kimia
tetapi
juga struktur
mineral.
Mineral termasuk dalam komposisi unsur
murni
dan garam
sederhana
sampai silikat
yang
sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan
organik biasanya tidak termasuk). Ilmu
yang
mempelajari mineral disebut mineralogi.
Sumber
Daya Alam yang Dapat Didaur Ulang
Sumber
Daya Air
Sumber
daya air adalah sumber daya berupa air
yang
berguna atau potensial bagi manusia.
Kegunaan air meliputi penggunaan di bidang pertanian,
industri,
rumah
tangga,
rekreasi,
dan aktivitas lingkungan.
Sangat jelas terlihat bahwa seluruh manusia membutuhkan air
tawar.
97%
air di bumi adalah air
asin,
dan hanya 3% berupa air tawar yang lebih dari 2 per tiga bagiannya
berada dalam bentuk es di glasier
dan
es
kutub.
Air tawar yang tidak membeku dapat ditemukan terutama di dalam
tanah berupa air
tanah,
dan hanya sebagian kecil berada di atas permukaan tanah dan di
udara. Air tawar adalah sumber
daya terbarukan,
meski suplai air bersih terus berkurang. Permintaan air telah
melebihi
persediaan di
beberapa bagian di dunia dan populasi
dunia
terus meningkat yang mengakibatkan peningkatan permintaan terhadap
air bersih. Perhatian terhadap kepentingan global dalam
mempertahankan air untuk pelayanan
ekosistem telah
bermunculan, terutama sejak dunia telah kehilangan lebih dari
setengah lahan
basah bersama
dengan nilai pelayanan ekosistemnya. Ekosistem
air yang
tinggi biodiversitasnya
saat
ini terus berkurang lebih cepat dibandingkan dengan ekosistem laut
ataupun
darat.
Sumber
Daya Udara
Udara
merupakan sumber daya yang penting bagi kehidupan. Lapisan udara
yang mengelilingi bumi berisi campuran gas yang terdiri dari
Atmosfer yang merupakan lapisan udara tersusun atas 78 % nitrogen
(N2),21% oksigen (O2), 0,9% argon (Ar), 0.03 karbondioksida (CO2),
dan sisanya adalahgas-gas lain seperti helium (He), hidrogen (H2),
xenon (Xe), ozon (O3), uap air sertapartikel-partikel kecil debu
yang disebut aerosol.
Sumber
Daya Energi
Untuk
mengatasi menipisnya sumber daya alam konvensional, dilakukan usaha
mendapatkan sumber daya alam baru, atau melakukan pemanfaatan sumber
daya alam non konvensional secara maksimum. Sumber daya alam non
konvensional yang dikembangkan adalah sumber daya energi:
Matahari
Energi
matahari dikembangkan sebagai energi alternatif yang tidak akan
habis dan tidaak mencemari udara.
Energi
matahari langsung, yang secara langsung dipakai untuk memanaskan
air, foto sel menghasilkan listrik
Energi
matahari tidak langsung, disimpan pada bio massa atau pada limbah
bio massa langsung atau tidak langsung, seperti limbah tanaman
atau kertas. Energi matahari tidak langsung dapat mempengaruhi
terjadinya angin, badai gelombang laut, perbedaan suhu, perbedaan
gandungan garam, dll.
Panas
Bumi
Panas
Bumi adalah energi panas
yang
terdapat dan terbentuk di dalam kerak
bumi.
Temperatur
di
bawah kerak bumi bertambah seiring bertambahnya kedalaman. Suhu di
pusat bumi diperkirakan mencapai 5400 °C. Menurut Pasal 1 UU No.27
tahun 2003 tentang Panas Bumi. Panas Bumi adalah sumber energi
panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan
bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik semuanya
tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem Panas Bumi dan untuk
pemanfaatannya diperlukan proses penambangan.
Angin
Angin
adalah aliran udara
dalam
jumlah yang besar diakibatkan oleh rotasi
bumi dan
juga karena adanya perbedaan
tekanan udara di
sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke
bertekanan udara rendah.
Pasang
Surut
Energi
pasang surut adalah energi yang dihasilkan dari pasang surut air
laut
dan
menjadikannya energi dalam bentuk lain, terutama listrik.
Energi pasang surut merupakan salah satu jenis energi terbarukan
yang relatif lebih mudah diprediksi jumlahnya dibandingkan energi
angin
dan
energi
surya.
Pemanfaatannya saat ini belum luas karena tingginya biaya awal dan
terbatasnya lokasi yang memiliki pasang surut yang mencukupi.
Penelitian dan pengembangan lebih lanjut terus dilakukan untuk
meningkatkan efisiensi dan batas kritis energi yang dihasilkannya
sehingga didapatkan berbagai metode untuk mengekstraksi energi
jenis ini.
Bio
Massa
Energi
biomassa adalah jenis bahan bakar yang dibuat dengan mengkonversi
bahan biologis seperti tanaman. Bahan
organik juga dapat diperoleh dari hewan dan mikroorganisme. Seperti
diketahui, tumbuhan memproduksi makanan dengan bantuan sinar
matahari melalui proses fotosintesis. Energi ini lantas ditransfer
ke hewan dan manusia saat mereka mengkonsumsi tumbuhan. Biomassa,
yang terutama terdiri dari tumbuhan, mampu memberikan sejumlah
besar energi yang digunakan untuk berbagai keperluan. Saat tidak
dikonsumsi oleh hewan, tumbuhan lantas dipecah atau dimetabolisme
oleh mikroorganisme untuk kemudian melepaskan karbon dioksida dan
metana kembali ke atmosfer. Hal tersebut merupakan proses
berkesinambungan yang berkontribusi pada siklus karbon.
Bio
Gas
Biogas
merupakan gas yang dihasilkan oleh altivitas anaerobik
atau fermentasi
dari bahan-bahan
organik
termasuk di
antaranya; kotoran
manusia dan hewan,
limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable
atau setiap limbah
organik yang biodegradable
dalam kondisi
anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon
dioksida.
B.
Konsep Pengelolaan Dan Pelestarian Sumber Daya Alam
Pengelelolaan
sumber daya alam haruslah dengan cermat dan hati-hati. Konsep
pengelolaan sumber daya alam secara umum, diorientasikan pada
hubungan saling terkait dan seimbang antara kebutuhan hidup manusia
dan sumber daya alam, sehingga kelestarian kualitas lingkungan,
kelestarian hasil dan pemanfaatan sumber daya alam, tetap
terjamin.
Pengelolaaan sumber daya
alam hutan berhasil, bukan berarti melarang penduduk menebang pohon
di hutan, tetapi mempertahankan wujud dan tetap melestarikan hutan
itu sendiri.
Pada dasarnya
sumberdaya alam bersifat serba guna, sehingga pemanfaatannya tidak
terbatas pada satu hal saja. Dengan demikian diperlukan pengaturan
pengelolaan dan pelestarian untuk saat ini dan masa mendatang, yang
dapat menentukan pemanfaatan sumber daya alam yang terbaik. Misalnya
sungai sebagai alur transportasi air, tempat hidup ikan, sumber mata
pencaharian penduduk sekitar, sumber air bagi petani, sumber air
untuk pembangkit listrik, sumber air minum masyarakat perkotaan.
Pengelolaan
dan pemanfaatan sumber daya alam, harus terjalin hubungan yang
harmonis antara sumber daya alam dengan kebutuhan manusia, serta
menghindari terjadinya konflik kepentingan antara kelompok
masyarakat pengguna. Manusia tidak dapat menggunakan suatu sumber
daya alam tanpa mempengaruhi sumber daya alam lainnya, sehingga
diperlukan pendekatan interdisiplin untuk mengatur dan menganalisis
penggunaan sumber daya alam itu.
Sumber
daya alam konvensional maupun sumber daya alam non konvensional untuk
kebutuhan hidup manusia, akan habis terpakai jika tidak dikelola
dengan baik. Sumber daya alam non konvensional dapat diperbaharui
melalui kegiatan regenerasi yang dilakukan terus menerus. Misalnya,
petani dan peternak, yang terus membudidayakan tanaman dan
ternaknya, untuk tetap menjamin kelestariannya.
Sumber
daya alam konvensional yang tidak dapat diperbaharui, habis terpakai,
haruslah dilakukan penghematan pemakaiannya dan terus mengusahakan
sumber daya lain yang menjadi alternatif penggantinya. Misalnya,
pemakaian bahan bakar bensin pada kendaraan bermotor, diganti dengan
gas alam cair.
Beberapa
konsep atau prinsip yang harus diperhatikan dalam pengelolaan sumber
daya alam hayati:
1. Prinsip
daya toleransi
Sumber
daya alam hayati yang terdapat dialam sangat banyak jenisnya.n setiap
jenis dibatasi oleh daya toleransi terhadap faktor lingkungan, baik
secara geografis, maupun ekologis. Apabila faktor lingkungan yang
ekstrim belum terlampaui, diharapkan sumber daya alam hayati dapat
diperbaharui atau memperbaharui diri. Namun dapat terjadi berbagai
faktor lingkungan yang dilakukan manusia melampaui daya toleransi
sumber daya alam, mengakibatkan sumber daya alam menurun, bahkan
mungkin akan punah. Selanjutnya, sangat penting melakukan monitor
terhadap faktor lingkungan, agar pengelolaan sumber daya alam
hayati terkendali dengan baik.
2.
Prinsip in optimum
Sumber
daya alam hayati dengan berbagai jenis yang ada menunjukkan tidak ada
satu jenis sumber daya alam hayati manapun yang dapat berkembang
dalam suatu lingkungan yang optimum bagi semua faktor lingkungan
yang mempengaruhinya. Manusia cenderung mengubah lingkungan hidup
suatu sumber daya alam hayati ke arah optimasi suatu faktor
lingkungan tertentu guna memenuhi kebutuhan jangka pendek, tanpa
mempertimbangkan akibat buruk jangka panjang.
Sumber
daya alam hayati yang terdapat dalam suatu lingkungan hidup tertentu
dimana manusia hidup, tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan mereka.
Dengan demikian, mereka mengambil berbagai sumber daya alam hayati
dari lingkungan lainnya, yang berpengaruh pada penyebaran berbagai
materi, termasuk sampah.
3.
Prinsip faktor pengontrol
Sumber
daya alam hayati dapat membedakan pengaruh berbagai faktor
lingkungan, tetapi seringkali terdapat suatu faktor di lingkungan
tertentu yang memiliki daya pengontrol. Faktor pengontrol ini
bekerja, baik melalui ukurannya yang terlalu sedikit, maupun terlalu
banyak, memberikan kesan dapat menentukan dinamika populasi dari
suatu jenis sumber daya alam hayati. Pencemaran udara, penggunaan
pupuk dan pestisida, dapat menjadi faktor pengontrol terhadap
populasi tanaman pertanian. Pengaruh faktor pengontrol dapat
disebabkan ancaman perusakan lingkungan (ekokatasroli) pada
lingkungan hidup manusia.
4.
Prinsip ketanpabalikan
Pada
umumnya sumber daya alam hayati dapat mempebaharui diri, tetapi
beberapa sumber daya alam hayati tidak dapat memperbaharui diri
karena proses fisis dan biologis pada suatu ekosistem yang tidak
dapat berlangsung, yang mengakibatkan kerusakan atau punahnya sumber
daya alam itu.
5.
Prinsip pembudidayaan
Manusia
telah membudidayakan sumber daya alam hayati untuk jangka pendek dan
jangka panjang, yang terus menerus dijaga dan dipelihara.
Membudidayakan sumber daya alam hayati, selain memberikan manfaat,
juga menuntut tanggung jawab manusia. Melalui peradaban, baik itu
sengaja, maupun tidak sengaja, manusia membudidayakan dirinya dengan
cara mempersiapkan dan menyediakan bentuk dan alat perlindungan
terhadap lingkungan.
C.
Masalah Kependudukan Dan Lingkungan Hidup
Penduduk
dunia yang bertumbuh dengan pesat meningkatkan masalah dalam memenuhi
kebutuhan hidup manusia dan lingkungan, dengan persediaan papan,
pangan dan sandang. Peningkatan jumlah penduduk meningkatkan
menurunnya daya dukung sumber daya alam terhadap populasi manusia.
Kemiskinan
yang terjadi di seluruh dunia adalah akibat dari eksploitasi sumber
daya alam yang ada, yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup
manusia. Eksploitasi sumberdaya alam ini menurunkan kualitas
lingkungan, maka proses daur ulang untuk pemulihan keadaan
lingkungan terganggu.
Masalah
kependudukan maupun lingkungan di indonesia adalah masalah yang
disebabkan oleh kurangnya keseimbangan antara jumlah dan laju
pertumbuhan penduduk dengan tingkat dan laju perkembangan ekonomi.
Memanfaatkan sumber daya alam yang dibutuhkan, dipengaruhi oleh
kemampuan manusia menerapkan pengetahuan teknologi yang sedang
berkembang. Hal ini mengurangi masalah yang terjadi karena
pertambahan penduduk.
Jumlah
penduduk indonesia yang makin banyak, memiliki beban sosial yang
cukup berat. Jumlah penduduk yang banyak ini tidak tersebar merata,
ada wilayah yang padat, ada wilayah yang tidak padat penduduknya.
Untuk mengatasi masalah kependudukan dan lingkungan,pemerintah
melakukan program:
Jumlah
penduduk yang semakin banyak akan berpengaruh terhadap daya dukung
alam bagi kehidupan manusia itu sendiri. Dengan demikian daya dukung
alam perlu dijaga, agar tidak berkurang atau susut, sejalan dengan
perubahan waktu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
kemajuan teknologi. Padatnya penduduk mengakibatkan banyaknya sumber
daya alam yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan. Pengolahan sumber
daya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia sangat tergantung pada
daya dukung alam atau lingkungan yang ada.
Kelangsungan
hidup manusia berkaitan dengan komponen sosial dan komponen alam,
akan memberikan hasil yang mencerminkan keadaan masyarakat dan
keadaan alamnya. Pengaruh komponen sosial, komponen alam dan akibat
terhadap kehidupan masyarakat, dapat dilihat pada masyarakat yang
mengandalkan hidupnya pada kegiatan yang dilakukannya.
Pengetahuan
dan teknologi yang dimiliki, manusia mampu mengubah lingkungannya
sehingga dapat menciptakan ekosistem buatan, kondisi yang
menguntungkan sesuai dengan kebutuhan hidup, merusak ekosistem yang
ada, memberikan keamanan dan kesenangan (jika tercapai stabilitas).
D.
Pelestarian Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Hidup
1.
Menjaga keseimbangan lingkungan
Dalam
suatu ekosistem ada komponen-komponen yang saling berinteraksi
sehingga homeostatis dalam ekosistem. Pada ekosistem yang stabil,
terjadi regenerasi berkelanjutan, yang terdiri dari
kelompok-kelompok organisme yang saling bergantung satu dan
lainnya. Perubahan lingkungan fisik yang berlangsung lambat,
teratur dan terarah, dan hasilnya dapat diramalkan, disebut suksesi
ekologi.
2. Pembangunan
berwawasan lingkungan
Merupakan
usaha yang disadari dan direncanakan, dalam mengelola dan
memanfaatkan sumber daya alam dengan bijaksana pada pembangunan
yang berkesinambungan, guna meningkatkan kualitas hidup manusia.
Pembangunan
berwawasan lingkungan haruslah didukung oleh faktor-faktor
lingkungan, yaitu: memiliki sumber daya alam yang cukup, lingkungan
sosial budaya dan ekonomi yang sesuai, dan terpeliharanya proses
ekologis yang esensial (proses fotosintesis, kemampuan
memperbaharui diri, dan pengendalian populasi). Pembangunan
berwawasan lingkungan memiliki dua dimensi, yaitu:
Dimensi
Tekno-Ekologis
1)
Kegiatan pembangunan haruslah pada lokasi yang telah direncanakan,
sesuai dengan konsep tata ruang kota. Kebijakan ini adalah untuk
meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya alam tersebut untuk
memperbaharui diri. Selain itu, untuk menjamin kepastian dan
kelayakan bagi pengusaha yang menanamkan modalnya di daerah itu.
2)
Mekanisme pengendalian dan pemanfaatan sumber daya
alam.
Penggalian sumber daya
alam yang dapat diperbaharui harus ada jaminan bahwa kelajuannya
tidak melampaui kemampuan sumber daya alam itu untuk memperbaharui
diri pada suatu periode tertentu. Sedangkan penggalian sumber daya
alam yang tak terperbaharui, pelaksanaannya harus cermat dan
efisien.
3)
Limbah yang akan dibuang harusdiolah terlebih dahulu agar
kuantitasnya tidak melampaui kapasitas asimilasi dari ekosistem
(kemampuan ekosistem untuk menerima limbah sampai pada taraf tidak
membahayak lingkungan kehidupan manusia).
Dimensi
Sosio-Ekonomis
Prioritas
kegiatan/kebijakan dan program pembangunan seyogyanya memenuhi
kebutuhan pokok dan meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.
Dalam pembangunan berwawasan lingkungan, komponen biaya terhadap
resiko rusaknya lingkungan harus dimasukkan dalam proses
pengambilan keputusan, untukk itu dibutuhkan pemilihan lingkungan
sosial (dimana pembangunan itu akan dilaksanakan) yang mencakup :
pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, dan perbaikan alokasi
sumber daya alam.
Pembangunan
berkelanjutan
Kelestarian
lingkungan diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi, sebaliknya
pertumbuhan ekonomi diperlukan untuk kelestarian lingkungan. Agar
terjamin usaha pembangunan berkelanjutan, harus ada keseimbangan
pada usaha pembangunan dan pelestarian lingkungan. Usaha yang
dilakukan untuk melindungi lingkungan, harus dilaksanakan dengan
cara produk dan proses produksi yang ramah lingkungan. Produsen
harus meyakinkan konsumen bahwa produk yang dihasilkan benar-benar
baik dalam arti kualitas, ramah lingkungan dan ramah manusia. Maka
dilakukan penggabungan standar pengelolaan lingkungan ke dalam ISO
(Internasional Organization of Standarization), yang selanjutnya
dikenal dengan ISO 9000 dan ISO 14000.
ISO
9000 merupakan pedoman untuk standar desain, pembuatan barnag,
penjualan dan pelayanan untuk suatu produk, merupakan kumpulan
standar yang membimbing dan mengarahkan perusahaan dalam kegiatan
bisnis internasional, untuk menuju jaminan mutu tingkat tinggi.
ISO 14000 merupakan prosedur atau komponen sistem pengelolaan
lingkungan yang diusahakan untuk dipatuhi, bukan penentuan baku
mutu ataupun ketentuan yang membatasi kegiatan perusahaan.
Berdasarkan undang-undang, disusun prosedur ISO 14000, dimana
produk yang dihasilkan harus memenuhi tuntutan lingkungan,
kesehatan dan keselamatan pekerja.
Etika
Lingkungan
Prinsip-prinsip
etika lingkungan hidup ialah: prinsip sikap hormat kepada alam,
prinsip tanggung jawab, prinsip solidaritas kosmis, prinsip kasih
sayang dan kepedulian terhadap alam, prinsip “no harm”,
prinsip hidup sederhana selaras dengan lam, prnsip keadilan,
prinsip demokrasi, prinsip integritas moral dan prinsip etika
masyarakat adat.
SESI
TANYA JAWAB
Menurut
kalian bagaimana penanganan yg tepat agar pembakaran hutan dapat di
minimalisir?(APRILIA)
Jawab:
Menangkap oknum-oknum yang sengaja membakar hutan salah satunya
dengan menghapus perda yang melindungi mereka.
Bagaimana
supaya sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui tidak habis?
(SAGITA)
Jawab: Mengembangkan energi
alternatif dan secepatnya diproduksi masal agar dapat digunakan
secara luas.
Bagaimana
cara Indonesia bisa menghemat energi sedangkan mobil meningkat?
(MELLA)
Jawab: Membatasi penggunaan
mobil pribadi dengan membuat transportasi yang aman, nyaman, murah
dan on-time.
Apakah
pertambahan penduduk mempengaruhi sumber daya alam?(DITA)
Jawab:
Sangat mempemngaruhi, karena dengan bertambahnya jumlah penduduk
maka akan semakin banyak keperluan manusia yang harus dipenuhi
dengan mengeksploitasi alam sekitar.
Bagaimana
cara untuk mengurangi limbah pabrik? (YEMIMA)
Jawab:
Limbah yang dibuang oleh pabrik harus diolah dengan benar sesuai
SOP. Pemerintah harus menegakkan hukum dan sanksi yang berkaitan
dengan hal tersebut.
Bagaimana
cara mengatasi urbanisasi? (MEGA)
Jawab:
Pemerintah telah membuat untuk mengontrol urbanisasi di kota besar
dengan memberlalukan wajib lapor di tingkat RT. Apabila RT tegas,
pasti urbanisasi dapat diatasi. Namun, penting juga bagi pemerintah
di desa untuk mengembangkan daerah mereka agar penduduk desa tidak
perlu mencari pekerjaan di kota.
Apakah
pencemaran air mempengaruhi sumber air yang ada di
pelosok?(BELLA)
Jawab: Mempengaruhi,
oleh karena itu limbah cair dari pabrik harus diolah dengan benar
sesuai dengan SOP. Pemerintah harus tegas dalam memberi sanksi.
Bagaimana
jika sumber daya alam sudah habis? (PUTRI)
Jawab:
Melestarikan dan menjaga sumber daya alam tersebut agar tidak habis.
SUMBER
Darmojo
H. dan Y. Kaligis, (2000), Ilmu Alamiah Dasar, Universitas Terbuka,
Jakarta
Dr.
Betty Zelda Siahaan,dkk., (2015), Bahan Ajar Ilmu Alamiah Dasar, UPT
MKU, Jakarta
J.
Frost, SJ., (2010), Ilmu Alamiah Dasar, Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta